24
Jun
Banyak sekali istilah keilmuan dalam ilmu
hikmah, yaitu ilmu pernafasan, ilmu tenaga dalam, ilmu terawangan, ilmu
meraga sukma, ilmu metafisika, ilmu sakti, ilmu khodam, ilmu
supranatural, ilmu laduni-ladunni, ilmu kebal dan ilmu kekebalan, ilmu
pelet, ilmu pengasihan, ilmu penglaris, ilmu kaya dan ilmu kekayaan,
ilmu gendam, ilmu hipnotis, ilmu makrifat/ma’rifat, ilmu batin dan ilmu
kebatinan, ilmu kasyaf dan masih banyak lainnya.
Buat saya pribadi untuk ilmu hikmah tidak
perlu untuk dicari, tetapi ilmu hikmah bisa datang sendiri. Koq bisa
datang sendiri ? Setiap orang pasti pernah mengalami kejadian seperti
ini, yaitu pada saat mencari sesuatu entah itu buku, kunci mobil atau
motor, baju, celana atau benda lainnya tetapi tidak ditemukan. Tetapi
pada saat tidak dicari atau diperlukan ternyata justru ditemukan dengan
tidak sengaja.
Sama seperti halnya ilmu hikmah, dulu
saya suka sekali mendatangi guru-guru ilmu hikmah untuk belajar. Tetapi
selama itu saya belum pernah mendapatkan apa yang saya cari. Saya masih
ingat apa yang disampaikan oleh KH. Maksum Jauhari (Gus Maksum) pada
saat saya bertanya tentang Riyadhoh Ayat Kursi berkaitan dengan ilmu
hikmah. Beliau berkata, “ Tidak usah dicari, kalau jodoh akan datang
sendiri.” Di dalam ilmu hikmah ada yang dinamakan dengan “ jiwa mencari jiwa “. Tanpa di cari, di minta atau pun dipelajari ilmu hikmah bisa datang dengan sendirinya.
Dulu di awal-awal saya mengamalkan
Riyadhoh Ayat Kursi, saya mempunyai kemampuan dua dari istilah ilmu
hikmah diatas. Kemampuan itu saya miliki tanpa saya pelajari dan tanpa
saya minta. Awal saya memiliki kemampuan tersebut pun saya tidak
menyadari. Karena saya pikir itu adalah kejadian yang bersifat kebetulan
saja. Setelah saya menyadari, kemudian saya berdoa agar kemampuan
tersebut diambil kembali oleh Allah. Karena kemampuan tersebut bukan
tujuan saya di dalam menjalankan Riyadhoh Ayat Kursi. Dan Alhamdulillah
kemampuan tersebut sudah tidak saya miliki lagi. Sedari awal tujuan saya
di dalam menjalankan Riyadhoh Ayat Kursi hanya memohon Ridho dan Maunah
Allah agar hidup saya selalu penuh berkah. Jika hidup penuh berkah,
maka segala sesuatunya akan menjadi mudah dan lancar. Sehingga hidup
menjadi berlimpah dengan segala nikmat dan Rahmat dari Allah.
Ada kejadian di tahun 2008, pada saat
saya melakukan perjalanan luar kota di sebelah tempat duduk saya ada
seorang pria, tak lama kemudian saya dan pria tersebut terlibat obrolan
santai. Sampai kemudian Pria tersebut bercerita bagaimana Allah
mengabulkan doa-nya untuk bisa naik haji. Sementara bila ditinjau dari
penghasilan dia sebagai seorang penjual mie ayam keliling sangat tidak
memungkinkan. Doa pria tersebut terkabul semenjak rajin menjalankan
sholat tahajud setiap malam dengan satu wirid yang selalu diamalkan.
Selain itu setiap pagi juga selalu sholat dhuha. Sampai suatu ketika
Allah memberikan kemampuan pada pria tersebut ilmu pengobatan. Dari
hasil mengobati itulah akhirnya dia bisa menabung dan naik haji.
Dan yang membuat saya kagum adalah dia
tetap berjualan mie ayam di siang hari hingga sore hari dengan tidak
berkeliling lagi seperti dulu, tetapi sudah mempunyai tempat tetap untuk
berjualan mie ayam. Baru setelah selesai sholat maghrib dia menerima
pasien. Hasil berjualan mie ayam dipergunakan untuk memberi nafkah pada
keluarga, sedangkan hasil mengobati di tabung hingga akhirnya bisa untuk
biaya naik haji bersama sang istri.
Pada saat mau berpisah pria tersebut
memberi saya catatan di kertas bekas pembungkus rokok sambil berpesan
kalau mau amalan tersebut kirim saja email ke alamat email tersebut.
Pada saat saya membaca alamat email yang tertulis, saya pun tersenyum.
Karena saya tidak mungkin mengirim email ke alamat email saya sendiri.
Saya pun mengucap syukur Alhamdulillah pada Allah atas terkabulnya doa
pria tersebut.
Dan seperti itulah salah satu cara Rahasia Allah di dalam mengabulkan doa hamba-Nya……
Semoga bermanfaat…
Man Jadda Wa Jada ; Barang siapa bersungguh-sungguh pasti berhasil !
Bagikan tulisan ini kepada teman – teman anda melalui Twitter, Facebook dan Email.
Sumber : Rahasia Riyadhoh Ayat Kursi
No comments:
Post a Comment