Categories

2/03/2013

Membaca Rahasia Misteri Hidup


04 February 2013
Banyak sekali definisi singkat tentang hidup. Hidup adalah pilihan, hidup adalah perjuangan, hidup adalah belajar, hidup adalah ujian, hidup ini mahal, hidup ini indah, hidup itu pilihan dan masih banyak lagi definisi singkat tentang hidup, hidup adalah ini itu. Dari sekian definisi singkat yang sudah ada tersebut yang paling menarik adalah hidup itu misteri.
Dan ada pula tentang hidup dari wacana waktu, yaitu kemarin adalah sejarah, hari ini adalah kenyataan dan hari esok adalah harapan. Harapan untuk mendapatkan sesuatu yang lebih baik lagi dalam hal rezeki, kesehatan, pekerjaan, bisnis, usaha dan lain sebagainya dalam hidup. HARAPAN adalah satu hal yang membuat seseorang tetap bertahan dalam hidup. Meskipun harapan itu sendiri adalah sesuatu hal yang tidak pasti atau belum pasti.
Dimana sesuatu yang tidak pasti atau belum pasti adalah misteri. Dan memang hidup adalah misteri. Misteri kehidupan merupakan bagian dari rahasia Allah. Diantara enam rukun iman, empat rukun iman merupakan tentang hal bersifat ghaib atau misteri. Yaitu Iman kepada Allah, Iman kepada Malaikat Allah, Iman kepada hari kiamat dan Iman kepada Qada dan Qadar. Hanya dua rukun iman yang tidak bersifat ghaib yaitu Iman kepada Rasul Allah dan Iman kepada Kitab Allah. Dari empat rukun iman diatas sudah sangat jelas bahwa hidup adalah misteri.
Siapa pun tidak akan pernah bisa memastikan besok akan seperti apa dan bagaimana. Jangankan besok, satu detik ke depan pun tidak akan pernah ada yang bisa memastikan seperti apa dan bagaimana. Manusia hanya bisa berencana tetapi Allah-lah yang menentukan.
Setiap orang pernah mengalami kejadian yang tidak terduga atau secara kebetulan. Misalkan mendapat rezeki mendadak, selamat dari musibah atau tiba-tiba bertemu dengan orang yang pernah terlintas dalam hati. Kejadian tak terduga atau secara kebetulan tersebut hanya berlaku untuk manusia tetapi tidak untuk Allah. Karena setiap kejadian atas sepengetahuan Allah.
Untuk bisa membaca rahasia misteri hidup setiap orang tidak perlu menjadi orang sakti, memiliki ilmu terawangan atau ilmu meraga sukma. Karena sebenarnya Allah selalu memberikan petunjuk pada hamba-hambaNya. Allah tidak pernah melupakan dan meninggalkan kita dalam kondisi apa pun. Tetapi kita-lah yang selalu melupakan dan meninggalkan Allah. Kita baru ingat dan mendekat pada Allah disaat kita sudah tidak dapat menemukan solusi dari masalah yang kita hadapi. Allah hanya sebagai tempat persinggahan sesaat dan sebagai tempat untuk pelarian dari kebuntuan masalah. Adilkah itu ?
Ikhtiar batin tidak hanya sekedar sarana untuk munajat dan mujahadah kepada Allah. Tetapi Ikhtiar batin juga sebagai sarana untuk membuat batin menjadi peka membaca petunjuk Allah. Petunjuk Allah disini juga bagian dari rahasia misteri hidup.
Seringkali orang salah mengira, bahwa gambaran petunjuk Allah itu seperti halnya menonton televisi dengan gambar yang jelas. Petunjuk Allah untuk seperti kita yang hanya hamba Allah biasa itu berupa simbol atau pertanda. Dan untuk bisa menterjemahkan, memahami serta mengerti petunjuk Allah berupa simbol dan pertanda tersebut diperlukan kepekaan batin. Dengan ikhtiar batin-lah sarana untuk meningkatkan kepekaan batin tersebut.
Dibalik Kesuksesan dan Keberhasilan seseorang selalu ada Aspek Spiritual dan Ikhtiar Batin yang menyertainya.
Semoga bermanfaat…

2/02/2013

::::: LIFE IS SIMPLE :::::

3 Februari 2013
Cara menyikapi dan menjalani hidup setiap orang berbeda-beda. Semua kembali kepada bagaimana masing-masing individu menyikapi dan menjalaninya. Karena beda orang berbeda pula dalam memahami dan menilai tentang hidup.
Bergantung bagaimana sebuah pengalaman dalam perjalanan hidup bisa memberikan pembelajaran. Apabila orang  tersebut mau belajar. Bila tidak tentunya orang tersebut tidak pernah belajar bahkan bisa jadi sama sekali tidak belajar dalam hidup dan tentang hidup.
Deskripsi pendek dalam realita kehidupan, hari kemarin adalah sejarah, hari ini adalah kenyataan dan hari esok adalah harapan. Dimana wacana tersebut menjadi jargon dan slogan para motivator atau motivasi pribadi.
Seringkali seseorang terjebak dengan masa lalu yang membuat tidak bisa melihat dan menerima sebuah kenyataan yang sedang terjadi pada saat ini.
Kesuksesan, Keberhasilan dan Kegagalan adalah hal yang biasa, wajar dan normal dalam kehidupan. Dan semua itu akan berlalu menjadi bagian dari sejarah di waktu berikutnya. Lupakan semua itu !
Lihat, rasakan dan terima kenyataan yang ada pada detik ini, waktu ini dan saat ini. Dan apa yang akan dilakukan dan diperbuat untuk hari esok yang merupakan harapan.
Semua orang mempunyai dan memiliki harapan bahwa hari esok akan lebih baik lagi dari hari ini. Tetapi apa yang sudah dilakukan dan diperbuat detik ini sudah merupakan bagian dari harapan untuk meraih yang lebih baik lagi di hari esok ?
Sebenarnya hidup itu sederhana ! Wacana, pemahaman dan pengertian hidup menjadi tidak sederhana disebabkan terlalu banyaknya wacana, pemahaman dan pengertian tentang hidup itu sendiri. Selain itu hidup menjadi rumit dikarenakan keinginan lebih banyak dibandingkan kebutuhan. Sehingga seringkali harapan tidak sesuai dengan kenyataan.
Sebenarnya untuk menjalani hidup adalah apa yang dibutuhkan bukan apa yang diinginkan. Karena untuk memenuhi semua keinginan tentunya isi dunia ini tidak akan pernah cukup. Tetapi jika hanya untuk memenuhi kebutuhan isi dunia ini tetap akan cukup.
Setiap orang ingin hidup berhasil, sukses dan berlimpah. Tetapi pernahkah anda bertanya pada diri sendiri apakah anda sudah pantas untuk menjadi pribadi yang berhasil, sukses dan berlimpah ? Karena untuk meraih semua itu perlu nilai kepantasan. Dengan ikhtiar seadanya apakah anda pantas untuk meraih itu semua ?
Untuk meraih Keberhasilan dan Kesuksesan dalam hidup pun juga hanya sederhana. Yaitu KESEIMBANGAN ! Allah telah menciptakan segala sesuatunya berpasang-pasangan dengan tujuan satu yaitu Keseimbangan. Contoh misal ; Siang Malam, Pagi Sore, Pria Wanita, dan  masih banyak yang lainnya dalam unsur keseimbangan.
Di dalam unsur kimia obat pun juga harus seimbang, seorang dokter apabila terlalu over dosis dalam memberikan komposisi obat juga tidak akan membuat pasiennya sembuh. Bahkan bisa jadi justru meninggal dunia.
Masalah hidup itu ibarat penyakit ! Penyakit bila tidak diobati tentunya bertambah parah. Penyakit ada dua, yaitu penyakit yang bisa disembuhkan dan penyakit yang tidak bisa disembuhkan. Penyakit yang tidak bisa disembuhkan metode pengobatannya dengan cara terapi, atau pengobatan berkesinambungan agar tidak kambuh.
Masalah dalam hidup seperti halnya penyakit yang tidak bisa disembuhkan. Dimana selama hidup tentunya masalah akan selalu ada. Lagi pula bila tidak ada masalah bukan hidup namanya.
Karena itu di dalam Riyadhoh Ayat Kursi menggunakan metode terapi untuk mengentaskan dan menyelesaikan masalah hidup. Dan yang namanya terapi tidak bisa secara instan, harus dengan istiqomah dan tuma’ninah untuk menyelesaikan masalah-masalah dalam hidup. Apalagi kalau masalahnya sudah masuk dalam stadium kronis. Tentunya harus betul-betul istiqomah dan tuma’ninah di dalam penyelesaiannya.
Sebenarnya bila dikaji tidak ada yang instan dalam hidup ini. Mie instan saja cara membuatnya juga tidak instan. Harus di rebus dulu, bumbunya juga diracik dulu baru setelah itu bisa dimakan. Jika segala sesuatunya didirikan dengan cara instan jatuhnya pun juga instan.
Keseimbangan ikhtiar batin dan ikhtiar lahir merupakan terapi pengobatan yang paling efektif terhadap semua penyakit masalah kehidupan. Disini ikhtiar batin saya utamakan karena ini berkenaan dengan hati.
Sabda Rosulullah yang berkaitan dengan hati sebagai berikut ;  ” Ingatlah dalam tubuh manusia ada segumpal daging. Kalau segumpal daging itu baik, maka akan baiklah seluruh tubuhnya. Tetapi bila rusak, maka akan rusak pula seluruh tubuhnya. Segumpal daging itu adalah hati.”
Hati yang selalu was-was, risau, gelisah dan galau akan berdampak pada otak. Dimana otak menjadi susah untuk berpikir sehingga tidak bisa menemukan solusi dari suatu masalah. Selain itu selalu muncul pikiran yang tidak baik.
Dan ini uniknya tentang hati dan otak. Seringkali hati dan otak tidak seiring sejalan. Otak seringkali menentang apa yang dikatakan oleh hati. Sementara kata hati merupakan salah satu tempat jawaban Allah atas sebuah doa.
Selain itu hati yang merupakan bagian dari batin adalah sarana transportasi untuk mengirim dan mengantarkan doa sampai kepada Arasy Allah. Dimana Arasy Allah hanya bisa dicapai keberadaanNya dengan BATIN YANG TENANG (Tuma’ninah). Dan cara Allah di dalam mengabulkan doa pun hanya bisa dijangkau dengan hati atau batin, karena iman ada di hati atau batin. Bukan di otak atau jasmani.
Karena itu Riyadhoh Ayat Kursi ini akan sulit dipahami dan dimengerti apabila menggunakan otak atau logika. Apa yang ada di dalam Riyadhoh Ayat Kursi hanya bisa dicapai dan dijangkau dengan hati atau batin.
Apa pun yang ada di dalam kehidupan di dunia ini tidak bisa terlepas dari keseimbangan. Oleh karena itu Allah menurunkan agama Islam sebagai agama Rahmatan Lil Alamin sebagai penyeimbang untuk hamba-hambanya di dalam menjalani hidup di dunia ini.
Keseimbangan dalam hidup merupakan salah satu rahasia sukses, solusi sukses dan kunci sukses untuk bisa meraih kesuksesan dan paripurna kehidupan.
Jadi sebenarnya hidup itu sederhana bukan ?  Hanya menyeimbangkan ikhtiar batin dan ikhtiar lahir. Dengan menyeimbangkan ikhtiar batin dan ikhtiar lahir akan memudahkan, melancarkan serta membuka jalan untuk solusi dari setiap masalah kehidupan.
Jadi konsep untuk hidup sukses itu sebenarnya sederhana saja, menyeimbangkan ikhtiar batin dan ikhtiar lahir.
Dibalik Kesuksesan dan Keberhasilan seseorang selalu ada Aspek Spiritual dan Ikhtiar Batin yang menyertainya.
Semoga bermanfaat…
Berbagilah dengan teman-teman anda tulisan ini di Facebook, Twitter, Email dan lainnya dibawah ini.

::::: TERSURAT DAN TERSIRAT :::::

03 Februari 2013
riyadhohayatkursi.com-riyadhohayatkursi.wordpress.com-ayatkursi.wordpress.com-tersurat dan tersirat-sedekah-bersedekah-zakat-infaq-Waktu terus berjalan menjalani takdirnya. Dan waktu tidak mengenal apa dan siapa seseorang. Tak terasa waktu tinggal beberapa hari lagi untuk meninggalkan tahun ini. Lantas bagaimana dengan kondisi yang ada sekarang ini ? Apakah lebih baik atau tetap seperti waktu sebelumnya tanpa ada perubahan ?
Hidup adalah perubahan ! Dan tentunya perubahan itu seharusnya menuju sesuatu yang lebih baik lagi. Jangan sampai terjadi perubahan yang sebaliknya. Di dalam perubahan sendiri terkandung ketidakpastian. Ketidakpastian inilah yang harus dibaca untuk memberikan perubahan dalam hidup.
Dan hidup itu tersurat dan tersirat. Apa maksudnya ? Hidup itu sebenarnya tidak hanya apa yang tersurat saja. Dalam artian yang hanya bisa ditangkap oleh panca indera dan diupayakan dengan ikhtiar lahir. Tetapi hidup itu juga tersirat, dimana Allah telah banyak memberikan petunjuk berupa pertanda kepada setiap hamba-Nya pada setiap kejadian atau jawaban atas sebuah ikhtiar lahir. Pada media komunikasi baik dalam bentuk lisan dan tulisan arti tersurat adalah sesuatu yang terkandung arti sebenarnya. Sedangkan tersirat terkandung arti yang tersamarkan. Dan yang tersirat ini hanya bisa dibaca dengan kepekaan batin.
Wahyu pertama kali turun yang diterima oleh Rosulullah Muhammad SAW setelah selama 40 hari tafakur di gua Hira adalah “Iqro..!!!” yang artinya “Bacalah..!!!”  Penjabaran dari wahyu tersebut di dalam kehidupan sehari-hari adalah bagaimana seseorang bisa membaca sesuatu yang tersurat dan tersirat dari kejadian yang terjadi dan yang akan terjadi dalam kehidupan..
Suatu hal yang biasa bila seseorang bisa membaca suatu kejadian yang tersurat. Karena sesuatu yang tersurat bisa ditangkap oleh panca indera. Tetapi baru luar biasa bila seseorang bisa membaca dan menterjemahkan sesuatu yang tersirat melalui kepekaan batin yang dimiliki. Kepekaan batin sangat diperlukan dalam perjalanan hidup setiap orang. Dan tidak perlu menjadi paranormal untuk memiliki kepekaan batin. Bagi seseorang yang berkecimpung dalam dunia bisnis dan usaha juga sangat memerlukan kepekaan batin untuk mengembangkan peluang bisnis dan peluang usaha yang baru.
Kompleksitas masalah kehidupan telah seringkali mengacaukan kepekaan batin seseorang untuk bisa menangkap apa yang tersirat. Selain itu pada saat di bangku sekolah juga hanya diajarkan apa yang tersurat saja. Sehingga kemampuan untuk membaca apa yang tersirat menjadi berkurang.
Kemampuan kepekaan batin ini tidak berkaitan atau berhubungan dengan klenik, syirik, musyrik atau istilah lainnya yang dilarang agama. Karena kemampuan kepekaan batin sudah dimiliki oleh setiap orang semenjak ada dalam kandungan. Tetapi dikarenakan dengan bertambahnya usia dan adanya kompleksitas masalah kehidupan menjadikan kemampuan kepekaan batin ini semakin berkurang.
Salah satu manfaat dan khasiat Riyadhoh Ayat Kursi adalah melatih dan mengasah kepekaan batin bagi yang mengamalkannya. Dimana kepekaan batin ini sangat penting dan diperlukan oleh Pengamal untuk membaca Isyarah dan petunjuk Allah yang tersirat untuk mengentaskan dan menyelesaikan permasalahan yang sedang dihadapi.
Oleh karena itu mengapa seseorang seringkali mengalami kegagalan di dalam ikhtiar lahirnya. Dan jika sudah mengalami kegagalan lantas bingung dan putus asa karena tidak tahu apa yang harus dilakukan. Oleh karena itu jangan menyepelekan dan mengecilkan arti peran penting ikhtiar batin dalam hidup. Karena di dalam ikhtiar batin ada isyarah dan petunjuk Allah yang tersirat dalam mengentaskan dan menyelesaikan masalah hidup, dan itu hanya bisa dibaca oleh orang yang memiliki kepekaan batin.
Dengan memiliki kepekaan batin di dalam membaca isyarah dan petunjuk Allah akan memudahkan dan meringankan di dalam mengentaskan dan menyelesaikan masalah yang ada dalam hidup. Inilah yang dinamakan SMART LIFE atau Hidup Yang Cerdas/Pintar.
Semoga bermanfaat…
Sumber  :  Rahasia Riyadhoh Ayat Kursi

Ilmu Hikmah Tidak Perlu Di Cari


24 Jun
Yang saat ini sedang berburu atau belajar ilmu hikmah tentunya akan bingung membaca judul diatas. Ilmu hikmah memang bisa dipelajari, tetapi ilmu hikmah juga seperti halnya ilmu yang lain perlu waktu untuk mendapatkan dan mahir di dalam menguasainya. Untuk mendapatkan ilmu hikmah memang ada dengan cara cepat atau instan dengan di bantu oleh seorang guru atau pelatih untuk membuka beberapa titik simpul di badan. Cara instan yang lain dengan cara isian atau transfer energi dari seorang guru kepada sang murid. Dengan cara dibuka atau cara isian, sang murid tetap saja di minta untuk berlatih setelahnya dengan latihan pernafasan atau pun untuk mewiridkan sebuah doa.
Banyak sekali istilah keilmuan dalam ilmu hikmah, yaitu ilmu pernafasan, ilmu tenaga dalam, ilmu terawangan, ilmu meraga sukma, ilmu metafisika, ilmu sakti, ilmu khodam, ilmu supranatural, ilmu laduni-ladunni, ilmu kebal dan ilmu kekebalan, ilmu pelet, ilmu pengasihan, ilmu penglaris, ilmu kaya dan ilmu kekayaan, ilmu gendam, ilmu hipnotis, ilmu makrifat/ma’rifat, ilmu batin dan ilmu kebatinan, ilmu kasyaf dan masih banyak lainnya.
Buat saya pribadi untuk ilmu hikmah tidak perlu untuk dicari, tetapi ilmu hikmah bisa datang sendiri. Koq bisa datang sendiri ? Setiap orang pasti pernah mengalami kejadian seperti ini, yaitu pada saat mencari sesuatu entah itu buku, kunci mobil atau motor, baju, celana atau benda lainnya tetapi tidak ditemukan. Tetapi pada saat tidak dicari atau diperlukan ternyata justru ditemukan dengan tidak sengaja.
Sama seperti halnya ilmu hikmah, dulu saya suka sekali mendatangi guru-guru ilmu hikmah untuk belajar. Tetapi selama itu saya belum pernah mendapatkan apa yang saya cari. Saya masih ingat apa yang disampaikan oleh KH. Maksum Jauhari (Gus Maksum) pada saat saya bertanya tentang Riyadhoh Ayat Kursi berkaitan dengan ilmu hikmah. Beliau berkata, “ Tidak usah dicari, kalau jodoh akan datang sendiri.” Di dalam ilmu hikmah ada yang dinamakan dengan “ jiwa mencari jiwa “. Tanpa di cari, di minta atau pun dipelajari ilmu hikmah bisa datang dengan sendirinya.
Dulu di awal-awal saya mengamalkan Riyadhoh Ayat Kursi, saya mempunyai kemampuan dua dari istilah ilmu hikmah diatas. Kemampuan itu saya miliki tanpa saya pelajari dan tanpa saya minta. Awal saya memiliki kemampuan tersebut pun saya tidak menyadari. Karena saya pikir itu adalah kejadian yang bersifat kebetulan saja. Setelah saya menyadari, kemudian saya berdoa agar kemampuan tersebut diambil kembali oleh Allah. Karena kemampuan tersebut bukan tujuan saya di dalam menjalankan Riyadhoh Ayat Kursi. Dan Alhamdulillah kemampuan tersebut sudah tidak saya miliki lagi. Sedari awal tujuan saya di dalam menjalankan Riyadhoh Ayat Kursi hanya memohon Ridho dan Maunah Allah agar hidup saya selalu penuh berkah. Jika hidup penuh berkah, maka segala sesuatunya akan menjadi mudah dan lancar. Sehingga hidup menjadi berlimpah dengan segala nikmat dan Rahmat dari Allah.
Ada kejadian di tahun 2008, pada saat saya melakukan perjalanan luar kota di sebelah tempat duduk saya ada seorang pria, tak lama kemudian saya dan pria tersebut terlibat obrolan santai. Sampai kemudian Pria tersebut bercerita bagaimana Allah mengabulkan doa-nya untuk bisa naik haji. Sementara bila ditinjau dari penghasilan dia sebagai seorang penjual mie ayam keliling sangat tidak memungkinkan. Doa pria tersebut terkabul semenjak rajin menjalankan sholat tahajud setiap malam dengan satu wirid yang selalu diamalkan. Selain itu setiap pagi juga selalu sholat dhuha. Sampai suatu ketika Allah memberikan kemampuan pada pria tersebut ilmu pengobatan. Dari hasil mengobati itulah akhirnya dia bisa menabung dan naik haji.
Dan yang membuat saya kagum adalah dia tetap berjualan mie ayam di siang hari hingga sore hari dengan tidak berkeliling lagi seperti dulu, tetapi sudah mempunyai tempat tetap untuk berjualan mie ayam. Baru setelah selesai sholat maghrib dia menerima pasien. Hasil berjualan mie ayam dipergunakan untuk memberi nafkah pada keluarga, sedangkan hasil mengobati di tabung hingga akhirnya bisa untuk biaya naik haji bersama sang istri.
Pada saat mau berpisah pria tersebut memberi saya catatan di kertas bekas pembungkus rokok sambil berpesan kalau mau amalan tersebut kirim saja email ke alamat email tersebut. Pada saat saya membaca alamat email yang tertulis, saya pun tersenyum. Karena saya tidak mungkin mengirim email ke alamat email saya sendiri. Saya pun mengucap syukur Alhamdulillah pada Allah atas terkabulnya doa pria tersebut.
Dan seperti itulah salah satu cara Rahasia Allah di dalam mengabulkan doa hamba-Nya……
Semoga bermanfaat…
Man Jadda Wa Jada ; Barang siapa bersungguh-sungguh pasti berhasil !
Bagikan tulisan ini kepada teman – teman anda melalui Twitter, Facebook dan Email.

--~~~** PUJIAN + SANJUNGAN = KEBINASAAN **~~~--



Saudaraku…
Jika kita memiliki prestasi yang baik di hadapan manusia atau kelebihan dan keunggulan lain di mata mereka. Baik itu di bidang ubudiyah, ilmu pengetahuan, kelebihan fisik, ketajaman akal pikiran, kemudahan dalam usaha dan bisnis, kelancaran dalam komunikasi dan yang seirama dengan itu.

Maka pada saat itu, pujilah Allah swt dan agungkan Dia dan kembalikan segala kemudahan, keluasan dan berbagai warna anugerah kepada-Nya. Jangan kita biarkan setan memperdaya kita lewat lisan orang-orang di sekitar kita. Dengan pujian, sanjungan, dan julukan menggiurkan yang dialamatkan kepada kita.

Nafi’ pernah menceritakan bahwa ada seseorang datang menemui Ibnu Umar ra seraya berkata, “Ya khairannas wa ya ibna khairinnas”, wahai manusia terbaik dan putera manusia terbaik.”

Ibnu Umar berkata:

مَا أَنَا بِخَيْرِ النَّاسِ وَلاَ ابْنِ خَيْرِ النَّاسِ, وَلَكِنِّيْ عَبْدٌ مِنْ عِبَادِ اللَّهِ. أَرْجُو اللَّهَ تَعَالَى وَأَخَافُهُ. وَاللَّهِ,

لَنْ تَزَالُوا بِالرَّجُلِ حَتَّى تُهْلِكُوْهُ.

“Aku bukanlah orang terbaik dari manusia dan bukan pula putera manusia terbaik. Tetapi aku hanyalah salah seorang dari hamba Allah swt, yang mengharap kucuran rahmat-Nya dan takut kepada azab-Nya. Demi Allah, tidaklah kalian terus menerus menyanjung seseorang sehingga kalian membinasakannya.”
(Mawa’izh as shahabah, Shalih Ahmad al Syami).

Saudaraku..
Siswa teladan, mahasiswa berprestasi, anak cerdas dan santun, karyawan rendah hati, ulama panutan, ustadz favorit, pendidik yang membumi, pejabat yang merakyat, pemain terbaik, mertua pilihan, orang tua kebanggaan, menantu idola, Yusuf-nya zaman ini, pengusaha sukses, petani jujur dan seterusnya.

Itu sekadar contoh dari pujian, sanjungan dan gelar yang mungkin pernah orang sematkan kepada kita. Yang apabila kita salah dalam mensikapinya, akan menjadi bencana bagi kita. Di dunia kini. Terlebih di akherat sana. Dan sejarah telah mencatat, bahwa tidak sedikit orang yang terpuruk dengan segudang prestasi yang pernah diraihnya lantaran tersanjung dengan pujian dan julukan baik yang disematkan orang kepadanya.

Bila kita meraih sebuah kesuksesan, berada di puncak prestasi, kemenangan datang menyapa kita, maka kita kembalikan seluruhnya kepada Allah swt. Kita bertasbih memuji kebesaran-Nya dan beristighfar kepada-Nya.

“Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan. Dan kamu lihat manusia masuk agama Allah dengan berbondong-bondong. Maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampun kepada-Nya.” An Nashr: 1-3.

Saudaraku..
Sungguh kita telah terpedaya, jika kita terlena dengan pujian dan sanjungan dari manusia. Yang lebih buruk dari itu adalah jika kita beribadah, beraktifitas, belajar, berjuang, bekerja dan beramal baik, hanya untuk mendapat pujian, sanjungan, tempat dan meraih penghargaan dari manusia. Wal ‘iyadzubillah.

Dan yang terpenting, kita tak perlu sungkan untuk mengingatkan orang yang biasa memuji kebaikan kita di hadapan kita. Sebab hal itu merupakan awal dari kebinasaan kita dan juga dirinya sendiri.

Ibnu Umar setelah dipuji setinggi langit, dia justru menyadarkan orang yang memujinya perihal hakikat dirinya sebagai seorang abdi Allah. Yang berusaha untuk selalu mendapat kucuran rahmat dan menghadirkan neraka di depan mata.

Rasulullah saw mengajari kita do’a, saat kita mendapat pujian dan sanjungan dari orang lain:

اَللَّهُمَّ لاَ تُؤَاخِذْنِيْ بِمَا يَقُوْلُوْنَ، وَاغْفِرْلِيْ مَا لاَ يَعْلَمُوْنَ وَاجْعَلْنِيْ خَيْرًا مِمَّا يَظُنُّوْنَ

“Ya Allah, janganlah Engkau hukum diriku karena apa yang mereka katakan, ampunilah aku terhadap apa yang tidak mereka ketahui (tentang diriku), dan jadikanlah diriku lebih baik daripada apa yang mereka kira.” H.R; Bukhari dalam kitab “Al adabul mufrad”.

Sedangkan dalam riwayat Baihaqi, disebutkan:

اَللَّهُمَّ أَنْتَ أَعْلَمُ مِنِّى بِنَفْسِى وَأَنَا أَعْلَمُ بِنَفْسِى مِنْهُمْ اللَّهُمَّ اجْعَلْنِى خَيْرًا مِمَّا يَظُنُّوْنَ وَاغْفِرْ لِى

مَا لاَ يَعْلَمُوْنَ وَلاَ تُؤَاخِذْنِى بِمَا يَقُوْلُوْنَ

“Ya Allah, Engkau lebih mengetahui keadaan diriku daripada diriku sendiri dan aku lebih mengetahui keadaan diriku daripada mereka yang memujiku. Ya Allah, jadikanlah diriku lebih baik dari sangkaan mereka, ampunilah aku terhadap apa yang mereka tidak ketahui tentang diriku, dan janganlah Engkau hukum diriku karena apa yang mereka katakan.”

Saudaraku..
Mari kita selalu membentengi diri kita dengan do’a dan munajat kepada-Nya. Dengan pertolongan-Nya kita menjadi kuat dalam kelemahan. Menjadi semangat dalam kelesuan. Menjadi sabar dalam ujian. Dan tentunya menjadi tak terlena dalam pujian dan tidak tersanjung dalam sanjungan.

Sudahkah kita hafal dan terbiasa membaca do’a di atas saat dipuji dan disanjung oleh orang lain?. Wallahu a’lam bishawab.

Riyadh, 01 Juli 2012 M

Sumber:Status Ustadz Abu Ja’far
www.Inspirasiislami.com