
Cara
menyikapi dan menjalani hidup setiap orang berbeda-beda. Semua kembali
kepada bagaimana masing-masing individu menyikapi dan menjalaninya.
Karena beda orang berbeda pula dalam memahami dan menilai tentang
hidup.
Bergantung bagaimana sebuah pengalaman
dalam perjalanan hidup bisa memberikan pembelajaran. Apabila orang
tersebut mau belajar. Bila tidak tentunya orang tersebut tidak pernah
belajar bahkan bisa jadi sama sekali
tidak belajar dalam hidup dan tentang hidup.
Deskripsi
pendek dalam realita kehidupan, hari kemarin adalah sejarah, hari ini
adalah kenyataan dan hari esok adalah harapan. Dimana wacana tersebut
menjadi jargon dan slogan para motivator atau motivasi pribadi.
Seringkali seseorang terjebak dengan masa
lalu yang membuat tidak bisa melihat dan menerima sebuah kenyataan yang
sedang terjadi pada saat ini.
Kesuksesan, Keberhasilan dan Kegagalan
adalah hal yang biasa, wajar dan normal dalam kehidupan. Dan semua itu
akan berlalu menjadi bagian dari sejarah di waktu berikutnya. Lupakan
semua itu !
Lihat, rasakan dan terima kenyataan yang ada pada detik ini, waktu ini dan saat ini. Dan apa yang akan dilakukan
dan diperbuat untuk hari esok yang merupakan harapan.
Semua orang mempunyai dan memiliki
harapan bahwa hari esok akan lebih baik lagi dari hari ini. Tetapi apa
yang sudah dilakukan dan diperbuat detik ini sudah merupakan bagian dari
harapan untuk meraih yang lebih baik lagi di hari esok ?
Sebenarnya hidup itu sederhana ! Wacana,
pemahaman dan pengertian hidup menjadi tidak sederhana disebabkan
terlalu banyaknya wacana, pemahaman dan pengertian tentang hidup itu
sendiri. Selain itu hidup menjadi rumit dikarenakan keinginan lebih
banyak dibandingkan kebutuhan. Sehingga seringkali harapan tidak sesuai
dengan kenyataan.
Sebenarnya untuk menjalani hidup adalah
apa yang dibutuhkan bukan apa yang diinginkan. Karena untuk memenuhi
semua keinginan tentunya isi dunia ini tidak akan pernah cukup. Tetapi
jika hanya untuk memenuhi kebutuhan isi dunia ini tetap akan cukup.
Setiap orang ingin hidup berhasil, sukses
dan berlimpah. Tetapi pernahkah anda bertanya pada diri sendiri apakah
anda sudah pantas untuk menjadi pribadi yang berhasil, sukses dan
berlimpah ? Karena untuk meraih semua itu perlu nilai kepantasan. Dengan
ikhtiar seadanya apakah anda pantas untuk meraih itu semua ?
Untuk meraih Keberhasilan dan Kesuksesan
dalam hidup pun juga hanya sederhana. Yaitu KESEIMBANGAN ! Allah telah
menciptakan segala sesuatunya berpasang-pasangan dengan tujuan satu
yaitu Keseimbangan. Contoh misal ; Siang Malam, Pagi Sore, Pria Wanita,
dan masih banyak yang lainnya dalam unsur keseimbangan.
Di dalam unsur kimia obat pun juga harus
seimbang, seorang dokter apabila terlalu over dosis dalam memberikan
komposisi obat juga tidak akan membuat pasiennya sembuh. Bahkan bisa
jadi justru meninggal dunia.
Masalah hidup itu ibarat penyakit !
Penyakit bila tidak diobati tentunya bertambah parah. Penyakit ada dua,
yaitu penyakit yang bisa disembuhkan dan penyakit yang tidak bisa
disembuhkan. Penyakit yang tidak bisa disembuhkan metode pengobatannya
dengan cara terapi, atau pengobatan berkesinambungan agar tidak kambuh.
Masalah dalam hidup seperti halnya
penyakit yang tidak bisa disembuhkan. Dimana selama hidup tentunya
masalah akan selalu ada. Lagi pula bila tidak ada masalah bukan hidup
namanya.
Karena itu di dalam Riyadhoh Ayat Kursi menggunakan metode
terapi
untuk mengentaskan dan menyelesaikan masalah hidup. Dan yang namanya
terapi tidak bisa secara instan, harus dengan istiqomah dan tuma’ninah
untuk menyelesaikan masalah-masalah dalam hidup. Apalagi kalau
masalahnya sudah masuk dalam stadium kronis. Tentunya harus betul-betul
istiqomah dan
tuma’ninah di dalam penyelesaiannya.
Sebenarnya bila dikaji tidak ada yang
instan dalam hidup ini. Mie instan saja cara membuatnya juga tidak
instan. Harus di rebus dulu, bumbunya juga diracik dulu baru setelah itu
bisa dimakan. Jika segala sesuatunya didirikan dengan cara instan
jatuhnya pun juga instan.
Keseimbangan ikhtiar batin dan ikhtiar
lahir merupakan terapi pengobatan yang paling efektif terhadap semua
penyakit masalah kehidupan. Disini ikhtiar batin saya utamakan karena
ini berkenaan dengan hati.
Sabda Rosulullah yang berkaitan dengan
hati sebagai berikut ; ” Ingatlah dalam tubuh manusia ada segumpal
daging. Kalau segumpal daging itu baik, maka akan baiklah seluruh
tubuhnya. Tetapi bila rusak, maka akan rusak pula seluruh tubuhnya.
Segumpal daging itu adalah hati.”
Hati yang selalu was-was, risau, gelisah dan galau akan berdampak pada otak. Dimana otak menjadi susah untuk ber
pikir sehingga tidak bisa menemukan solusi dari suatu masalah. Selain itu selalu muncul pikiran yang tidak baik.
Dan ini uniknya tentang hati dan otak.
Seringkali hati dan otak tidak seiring sejalan. Otak seringkali
menentang apa yang dikatakan oleh hati. Sementara kata hati merupakan
salah satu tempat jawaban Allah atas sebuah doa.
Selain itu hati yang merupakan bagian
dari batin adalah sarana transportasi untuk mengirim dan mengantarkan
doa sampai kepada Arasy Allah. Dimana Arasy Allah hanya bisa dicapai
keberadaanNya dengan BATIN YANG TENANG (Tuma’ninah). Dan cara Allah di
dalam mengabulkan
doa pun hanya bisa dijangkau dengan hati atau batin, karena iman ada di hati atau batin. Bukan di otak atau jasmani.
Karena itu Riyadhoh
Ayat Kursi
ini akan sulit dipahami dan dimengerti apabila menggunakan otak atau
logika. Apa yang ada di dalam Riyadhoh Ayat Kursi hanya bisa dicapai dan
dijangkau dengan hati atau batin.
Apa pun yang ada di dalam kehidupan di
dunia ini tidak bisa terlepas dari keseimbangan. Oleh karena itu Allah
menurunkan agama Islam sebagai agama Rahmatan Lil Alamin sebagai
penyeimbang untuk hamba-hambanya di dalam menjalani hidup di dunia ini.
Keseimbangan dalam hidup merupakan salah
satu rahasia sukses, solusi sukses dan kunci sukses untuk bisa meraih
kesuksesan dan paripurna kehidupan.
Jadi sebenarnya hidup itu sederhana bukan
? Hanya menyeimbangkan ikhtiar batin dan ikhtiar lahir. Dengan
menyeimbangkan ikhtiar batin dan ikhtiar lahir akan memudahkan,
melancarkan serta membuka jalan untuk solusi dari setiap masalah
kehidupan.
Jadi konsep untuk hidup sukses itu sebenarnya sederhana saja, menyeimbangkan ikhtiar batin dan ikhtiar lahir.
Dibalik Kesuksesan dan Keberhasilan seseorang selalu ada Aspek Spiritual dan Ikhtiar Batin yang menyertainya.
Semoga bermanfaat…
Berbagilah dengan teman-teman anda tulisan ini di Facebook, Twitter, Email dan lainnya dibawah ini.